
Sentimen pasar masih beragam pada Jumat pagi, sementara para trader menantikan data PMI penting dari Zona Euro, Inggris, dan AS. Selain kekhawatiran menjelang rilis data, data statistik AS yang baru dirilis menunjukkan hasil beragam, sementara harapan akan lebih banyak aliran dana masuk ke Asia menopang aset yang lebih berisiko meskipun Dolar AS menguat.
Meski demikian, Indeks Dolar AS berbalik arah setelah terkoreksi dari level tertinggi dalam beberapa hari pada hari sebelumnya, seiring mengikuti kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS. Sementara itu, harga emas dan minyak mentah melanjutkan rebound pada hari sebelumnya.
Di sisi lain, indeks acuan Wall Street ditutup melemah, sementara saham-saham Asia-Pasifik naik tipis.
Perlu dicatat bahwa komentar yang cenderung dovish dari para pembuat kebijakan ECB dan jeda kebijakan BoE menekan harga EURUSD dan GBPUSD. Selain itu, USDJPY naik setengah persen, membalikkan penurunan pada hari sebelumnya, karena BoJ mempertahankan kebijakan moneternya dan imbal hasil tetap menguat.
Di pasar kripto, BTCUSD dan ETHUSD sama-sama mengakhiri tren penurunan selama dua hari, sekaligus memangkas kerugian harian terbesar dalam dua pekan.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Data AS yang beragam membuat para bull dolar AS mengambil jeda setelah dolar mencapai level tertinggi dalam beberapa hari pada hari sebelumnya. Namun, statistik yang kurang mengesankan dan komentar para bankir sentral dari Zona Euro dan Inggris kemudian menopang Greenback. Kekhawatiran mengenai penutupan pemerintahan AS akibat berakhirnya masa berlaku batas utang pada akhir September juga turut membebani pasar. Selain itu, muncul harapan bahwa arus dana yang lebih besar ke Asia akan membantu China mempertahankan pemulihan ekonominya sekaligus mendorong USD.
Namun, BoJ yang mempertahankan kebijakan moneter longgar dan derasnya aliran dana pasar ke dolar AS, terutama di tengah imbal hasil yang mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun, membuat sentimen pesimistis tetap bertahan dan membebani aset-aset berisiko.
Sejumlah pejabat ECB menyampaikan pandangan yang berbeda pada Kamis malam hingga Jumat dini hari. Mayoritas mendukung suku bunga tetap tidak berubah, sementara beberapa di antaranya memperkirakan pemangkasan suku bunga pada awal 2024. Hal ini menekan EURUSD. Selain itu, data Penjualan Ritel Inggris yang lemah dan keputusan BoE untuk mempertahankan suku bunga turut membebani GBPUSD, sementara USDJPY tertekan oleh sikap dovish BoJ yang mempertahankan suku bunga. Di sisi lain, harga emas menunjukkan fungsinya sebagai aset safe haven, sementara harapan akan meningkatnya permintaan dari China kembali mendorong pembelian minyak mentah.
Singkatnya, pasar yang tidak menentu mungkin membuat para trader tetap waspada menjelang rilis PMI penting.
Selanjutnya, serangkaian rilis PMI akan membuat pasar aktif, sementara dolar AS kemungkinan tetap menjadi perhatian para pelaku pasar yang bullish. Pekan depan, pembahasan mengenai penutupan pemerintahan AS dan PMI Tiongkok akan menjadi sorotan.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!