
Penggunaan yuan digital akan diperluas untuk transaksi lintas batas dan pembayaran gaji pegawai negeri. China mengambil langkah lain untuk mengintegrasikan yuan digital ke dalam sistem keuangannya. Sejumlah wilayah dikabarkan sedang menguji mata uang digital bank sentral (CBDC) untuk mencari cara yang telah terbukti efektif dalam mendistribusikan aset digital kepada berbagai kelompok warga China.
Menurut laporan resmi South China Morning Post, sejumlah kota telah menggunakan aplikasi khusus yang dibuat untuk membantu pemerintah memperluas penggunaan yuan digital, terutama di Provinsi Jiangsu.
Kota Xuzhou dipilih sebagai titik awal penyaluran CBDC karena kota ini merupakan titik keberangkatan bagi banyak kereta yang menuju Eropa dengan berbagai jenis barang. Hal ini menjadi sinyal langsung dari pemerintah China bahwa negara tersebut akan mendorong penggunaan mata uang digital untuk trading lintas batas. Xuzhou terhubung dengan 18 jalur kereta lintas batas yang mengangkut barang ke lebih dari 20 negara di Eropa dan Asia.



Pemerintah kota tersebut akan menggunakan inisiatif ini untuk menangani berbagai transaksi, termasuk pembayaran biaya penyimpanan, jasa pengangkutan barang, dan sebagainya. Mereka juga berencana menggunakan mata uang digital untuk membayar layanan utilitas, biaya pengangkutan, pajak, dan lainnya.
Di sektor pegawai negeri, yuan digital sedang diuji coba di kota Changshu, Provinsi Jiangsu. Sekitar 1,5 juta penduduk berkesempatan menerima gaji dalam mata uang digital mulai Mei. Mereka umumnya mencakup pegawai lembaga publik (karyawan BUMN, tenaga medis, teknisi, guru, jurnalis, dan sebagainya).
Kota tersebut merupakan salah satu lokasi pertama yang dipilih untuk menguji coba penggunaan yuan digital sebagai alat pembayaran utama bagi pegawai setempat. Sejumlah wilayah telah mulai membayar upah menggunakan CBDC.
Hanya tinggal menunggu waktu sebelum yuan digital hadir di pasar keuangan.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!