
Bank sentral berupaya membantu emas bertahan menghadapi kenaikan imbal hasil obligasi. Permintaan mereka terhadap logam kuning ini terus mendominasi. Otoritas moneter dari berbagai negara dilaporkan membeli 77 ton emas, sehingga harganya mampu bertahan di level support jangka panjang yang krusial. Semua ini terjadi di tengah penguatan dolar AS.
Total pembelian emas meningkat 38% dibandingkan transaksi pada Juli. Secara keseluruhan, bank sentral membeli lebih dari 215 ton emas dalam 3 bulan terakhir. Para ahli memperkirakan permintaan emas akan tetap kuat sepanjang tahun depan.
Di sisi lain, meski permintaan kuat, hanya sedikit bank sentral yang melakukan pembelian. China masih menjadi negara dengan pembelian terbesar, dengan membeli 29 ton emas pada Agustus. Secara keseluruhan, Bank Rakyat China berhasil meningkatkan cadangan emasnya menjadi 2.165 ton, 4% lebih besar daripada total cadangan devisanya.



Polandia juga termasuk dalam daftar pembeli terbesar. Bank Nasional Polandia membeli 18 ton pada Agustus. Turki menempati posisi ketiga dalam daftar pembeli emas terbesar dengan pembelian 15 ton pada Agustus. Otoritas moneter Turki tampaknya telah membangun kembali cadangannya setelah aktivitas penjualan signifikan yang berlangsung antara April dan Mei.
Uzbekistan, India, Republik Ceko, dan Singapura juga termasuk di antara pembeli emas terbesar, dengan masing-masing membeli 9 dan 2 ton logam mulia tersebut selama periode yang sama.
Permintaan emas dari bank-bank sentral tampaknya menjadi penopang utama di tengah kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan Dolar AS. Kondisi ini menciptakan lingkungan pasar yang cukup menantang karena permintaan investasi turun drastis. Jumlahnya mencapai level terendah sejak Agustus 2019 pada NYSE: GLD.
Sementara itu, kontrak berjangka emas untuk bulan Desember terus menguji level support penting di $1.830 per ons. Dengan mempertimbangkan kondisi saat ini dan tekanan jual yang kuat, para analis memperkirakan harga emas akan turun di bawah $1.800. Di sisi lain, logam mulia masih menjadi alat utama yang membantu bank sentral menjaga independensinya dari kekacauan moneter yang dipicu oleh Dolar AS.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!