Scan & Get our app!
Get our app!
Download our app and stay connected on the go.
Scan & Get our app!
Scan QR-code to download our app and stay connected on the go.
Trader bearish menyukai pasar yang menurun karena memberi peluang untuk membeli aset dengan harga lebih rendah. Namun, terjebak bear trap dan kehilangan uang tentu merupakan situasi yang ingin dihindari. Saat ini, kemungkinan terpancing masuk ke dalam perangkap sangat tinggi, sementara hampir semua pasar utama bergerak secara tak terduga. Hal ini membuat pembeli cukup sulit memperkirakan apakah harga suatu aset akan mencapai titik terendah atau terus turun.

Dalam artikel ini, kita akan membahas situasi yang berkaitan dengan bear trap di pasar saham serta cara menghindarinya. Selain itu, kita akan menjelaskan perbedaan antara bull trap dan bear trap.
Situasi ini juga dikenal sebagai pola bear trap. Bear trap menggambarkan kondisi ketika harga suatu aset tiba-tiba bergerak turun. Akibatnya, sebagian besar pelaku pasar mengambil posisi short. Namun, situasi ini dapat diikuti oleh pembalikan harga yang tiba-tiba ke atas. Ketika harga naik, para penjual short bisa mengalami kerugian. Pada akhirnya, mereka dapat terkena margin call. Untuk mencegahnya, beberapa investor meminjam lebih banyak saham untuk mendukung posisi mereka, yang dapat membuat utang semakin besar.



Catatan: kabar baiknya, bear trap umumnya hanya berlangsung dalam jangka pendek. Pola ini terutama berkaitan dengan trading teknikal sebagai bagian dari strategi investasi bearish. Metode ini tidak cocok bagi mereka yang memilih strategi buy-and-hold atau trading jangka panjang.
Untuk memahami lebih dalam cara kerja bear trap, kita perlu menjelaskan perbedaan antara bull trap dan bear trap. Dengan begitu, Anda dapat melihat penyebab utama, ciri-ciri, dan faktor lain yang membantu mengidentifikasi kondisi pasar tertentu.
Kedua “perangkap” ini cukup mirip karena sama-sama memberikan sinyal palsu yang membuat investor berada dalam situasi sulit. Sinyal tersebut menunjukkan bahwa tren akan berakhir sehingga pelaku pasar mengambil langkah yang keliru. Pada saat yang sama, pembalikan palsu membuat harga kembali ke tren semula, sehingga investor terkena margin call dan mengalami kerugian besar. Inilah kesamaan kedua situasi tersebut.
Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut:
Seperti yang telah disebutkan, ciri utama yang menandakan bear trap akan terjadi bukan hanya penurunan harga yang tiba-tiba, tetapi juga pergerakan harga yang menembus ke bawah level support utama. Akibatnya, investor bearish dapat terjebak di antara tren turun dan pembalikan harga yang tiba-tiba ke atas.
Penyebab utamanya antara lain:
Satu-satunya cara agar tidak terjebak bear trap adalah dengan menghindarinya. Artinya, trader sebaiknya tidak mengambil posisi yang sama dengan investor lain. Berikut beberapa tips praktis yang mungkin berguna bagi Anda:
Saat terjebak bear trap, investor dapat melihat harga sekuritas mereka turun. Hal ini umumnya memicu sentimen bearish, sementara sebagian besar investor biasanya membuka posisi short. Akibatnya, modal hilang dan nilai aset berkurang, sementara harga pada akhirnya akan berbalik arah dan kembali ke level semula.
Materi ini tidak memuat dan tidak boleh ditafsirkan sebagai memuat nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Sebelum mengambil keputusan investasi, Anda sebaiknya meminta saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda memahami risikonya.