Scan & Get our app!
Get our app!
Download our app and stay connected on the go.
Scan & Get our app!
Scan QR-code to download our app and stay connected on the go.
Menjadi seorang “bull” berarti terutama mengandalkan analisis teknikal dan beragam pola grafik. Keduanya membantu melakukan analisis pasar yang lebih mendalam dan melihat situasi dari sudut pandang berbeda. Beberapa pola memungkinkan Anda mengidentifikasi harga aset yang sebenarnya atau potensi pembalikan, sementara pola lainnya membantu menemukan posisi entry terbaik bagi pembeli. Inilah kegunaan pola triple bottom.

Pola bottom memberikan gambaran visual tentang bull (pembeli) yang mengambil alih kendali atas pergerakan harga dari bear (penjual). Pola ini umumnya terbentuk dari tiga titik terendah yang memantul pada level yang sama di antara support dan resistance. Pola ini dapat membantu mengidentifikasi titik entry pasar terbaik dan membangun posisi bullish yang kuat.
Sebelum menggunakan pola tertentu, Anda perlu memahami dengan jelas makna yang ingin disampaikan pola tersebut. Jika tidak, Anda tidak akan bisa membacanya. Biasanya, bear mengendalikan pasar selama tren turun yang berkepanjangan. Jadi, gagasan utama pola triple bottom adalah mengikuti tren turun tersebut dan membiarkan bull mengambil alih kendali atas pergerakan harga.
Seperti disebutkan sebelumnya, pola ini membentuk tiga bottom utama yang dapat ditafsirkan sebagai berikut:



Pola triple bottom cukup mudah dibaca. Karena itu, pola ini mungkin cocok bagi trader pemula. Anda hanya perlu mempelajari beberapa aturan dasar untuk mengidentifikasi pola ini. Berikut aturan utamanya:
Sekarang, mari kita lihat cara trading dengan pola triple bottom. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menghitung target harga. Biasanya, target ini merupakan jarak antara titik breakout dan bottom.
Contoh: misalnya, harga bottom berada di $10 dan titik breakout berada di $12. Dalam kasus ini, target harga Anda adalah $14 (12 - 10 = 2 + 12 = 14). Untuk mengelola risiko saat menggunakan pola triple bottom, sebaiknya tempatkan stop loss di bawah pola atau titik breakout.
Perlu diperhatikan bahwa menggunakan pola triple bottom saja bukanlah pilihan terbaik. Anda memerlukan indikator lain untuk mengonfirmasi sinyal yang dihasilkan pola tersebut. Beberapa trader menggunakannya bersama RSI dan alat lainnya untuk memastikan bahwa pola yang terbentuk benar-benar triple bottom, bukan pola lain yang digunakan bear (misalnya, descending triangle).
Sesuai namanya, triple top merupakan kebalikan dari pola triple bottom. Berbeda dengan pola yang kita bahas kali ini, triple top umumnya merujuk pada strategi trading bearish yang menunjukkan bahwa bull (pembeli) mulai kehilangan kekuatan. Pola ini terbentuk ketika harga menembus level resistance setidaknya tiga kali.
Saat menggunakan pola grafik apa pun, trader sering kali perlu mengandalkan probabilitas. Di sisi lain, triple bottom terbukti mudah dikenali dan dikonfirmasi, terutama jika digunakan bersama indikator teknikal lainnya.
Di sisi lain, pola ini memiliki keterbatasan tertentu dalam hal potensi profit, terutama karena stop loss ditempatkan tepat di bawah titik breakout. Jika ingin meningkatkan potensi profit, Anda dapat mencoba memasang trailing stop loss di dalam pola. Namun, strategi ini dapat mengakibatkan kerugian yang lebih besar.
Materi ini tidak memuat dan tidak boleh ditafsirkan sebagai memuat nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Sebelum mengambil keputusan investasi, Anda sebaiknya meminta saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda memahami risikonya.