Scan & Get our app!
Get our app!
Download our app and stay connected on the go.
Scan & Get our app!
Scan QR-code to download our app and stay connected on the go.
Trading CFD Bitcoin telah menjadi alternatif populer untuk jenis investasi tradisional. Dulu, sebagian besar orang hanya membeli koin untuk mendapatkan eksposur, meskipun proses transaksinya lebih lambat dan mata uang digitalnya tidak teregulasi. Trading crypto melalui CFD pun muncul sebagai cara yang lebih baik untuk mengembangkan kekayaan.

Seperti aset lainnya, trading koin melalui kontrak untuk perbedaan (CFD) dapat berisiko. Namun, menerapkan strategi trading CFD Bitcoin yang sudah teruji melalui platform trading CFD crypto tepercaya dan telah teruji tentu akan meningkatkan peluang Anda untuk meraih keuntungan besar.
Sebelum trading Bitcoin atau cryptocurrency lainnya, Anda perlu mempelajari CFD dan cara kerjanya. Dengan begitu, Anda dapat memilih waktu terbaik untuk memasuki pasar. Trading dengan cara ini bukan sekadar berharap harga akan naik agar keuntungan bertambah.
Harga crypto dipengaruhi berbagai faktor, tidak hanya analisis teknikal, tetapi juga faktor fundamental penting yang perlu Anda pantau secara berkala. Karena itu, trading Bitcoin memerlukan keterampilan khusus dan pengetahuan tentang penggunaan indikator khusus serta alat lainnya yang dapat membantu mengurangi risiko kehilangan seluruh modal Anda.
Untuk memudahkan pemula, kami telah merangkum 3 strategi trading Bitcoin terbaik yang populer di kalangan investor dengan berbagai tingkat pengalaman. Strategi tersebut mencakup strategi breakout, metode Golden Cross, dan teknik trading crypto dengan divergensi RSI. Mari kita bahas setiap pendekatan lebih lanjut.



Sesuai namanya, strategi ini mengharuskan trader mengidentifikasi saat harga aset kemungkinan menembus zona support dan resistance tertentu. Untuk menemukan zona yang berpotensi ditembus harga, carilah pivot point.
Metode ini sangat mudah diterapkan. Untuk menggunakan strategi breakout dalam trading crypto, Anda perlu menggunakan beberapa timeframe dan analisis pergerakan harga:
Setelah berhasil mengidentifikasi arah pasar, beralihlah ke periode 1 jam untuk menganalisis penolakan candlestick dan pola harga saat ini. Untuk melakukan trading, beralihlah ke timeframe 30 menit.
Golden Cross adalah strategi trading yang lebih cocok bagi pengguna berpengalaman. Strategi ini, yang juga dikenal sebagai “Death Cross”, merupakan teknik khusus untuk trading crypto dengan menggunakan dua moving average. Pemula dapat mempelajari lebih lanjut tentang kiat trading menggunakan moving average agar strategi ini dapat diterapkan dengan lebih efektif.
Persilangan terbentuk saat dua MA saling berpotongan. Dengan MA 50, Anda dapat memantau harga penutupan selama 50 hari sebelumnya. Dengan logika yang sama, untuk memeriksa harga penutupan selama 200 hari terakhir, gunakan MA 200.
Persilangan dapat dibedakan menjadi dua jenis:
Jika MA 50 berpotongan dengan MA 200, hal ini memicu divergensi, yang menjadi sinyal untuk masuk pasar dengan posisi jual. Jika terjadi konvergensi, Anda perlu masuk dengan posisi beli.
Umumnya, sebagian besar trader menggunakan indikator RSI untuk memantau pasar dan mengidentifikasi kondisi jenuh jual atau jenuh beli. Namun, indikator ini juga dapat berguna saat trading Bitcoin.
Saat terjadi divergensi, RSI tidak harus menunjukkan momentum pergerakan harga yang sama. RSI memungkinkan Anda memperkirakan titik pembalikan tren sebelum titik tersebut tercapai. Dengan demikian, Anda dapat memprediksi pembalikan sebelum terjadi.
Materi ini tidak memuat dan tidak boleh ditafsirkan sebagai memuat nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Sebelum mengambil keputusan investasi, Anda sebaiknya meminta saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda memahami risikonya.